Krisis Februari: IHSG Merah , Asmara Berdarah-darah

Saya tercatat sebagai karyawan Ma’had Utsman Bin Affan sejak September 2018. Meskipun begitu, ternyata saya belum punya cukup uang untuk menghalalkan seorang gadis yang saya inginkan. Sampai saat menuangkan tulisan ini, payroll yang masuk di setiap penghujung bulan tidak dapat dideteksi lenyapnya kemana.

Sebenarnya, ada sedikit tabungan berupa portofolio saham berwarna merah, merona, karena virus biadab yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan ke titik rendah.

Perdagangan Bursa Efek Indonesia Februari 2020 hanya menyisakan 1 emiten hijau di portofolio saya. Jika saya investing minded ini adalah waktunya serok, sayangnya sesuai hadits nabi: Trading adalah pintu rezeki terbesar, jiwa hybrida saya lebih di dominasi oleh hasrat take profit. Walaupun ya banyak cut loss juga.

Alasan saya kembali aktif menulis di sini adalah beberapa hal yang memang akan seru bila dibaca di masa depan, untuk diri sendiri, tapi bila bermanfaat buat kamu yang membaca tulisan ini saya ucapkan alhamdulillah.

Cash is King

Hal yang benar-benar mengganggu adalah saat melihat porto berwarna merah, minus puluhan persen.

Bentar kok ide hilang ya

Kategori Fragmen
%d blogger menyukai ini: